Puruk Cahu, porosborneo.com — Ketua Karang Taruna Kabupaten Murung Raya, Rahmad Hidayat, bertemu langsung dengan Kalaksa BPBD Murung Raya untuk menanyakan kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat, Saptu (2/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rahmad menyampaikan keluhan warga terkait suhu panas menyengat beberapa minggu terakhir. Ia menanyakan langkah mitigasi BPBD, terutama potensi dampak pada kesehatan warga dan risiko karhutla.
Kalaksa BPBD membenarkan Murung Raya saat ini masuk fase kemarau dengan suhu siang hari mencapai 34-36°C. “Ini efek El Nino Godzila. Kelembapan turun, titik panas naik. Kami sudah siagakan tim, pantau hotspot harian, dan koordinasi dengan BMKG,” jelasnya.
BPBD mengimbau Karang Taruna ikut aktif sosialisasi ke masyarakat. Warga diminta perbanyak minum air, kurangi aktivitas luar saat siang, tidak membakar sampah/lahan, dan lapor cepat jika ada kebakaran.
Rahmad Hidayat menyatakan Karang Taruna siap bantu. “Kami akan gerakkan pemuda di desa/kelurahan untuk edukasi warga. Mitigasi harus bareng-bareng,” katanya.
Pertemuan ini jadi langkah awal sinergi BPBD dan Karang Taruna menghadapi puncak kemarau 2026.
(Rocky Hanter)
Komentar (0)